Setiap
pelajar memiliki kriteria sekolah yang diidamkan. Ada yang menyukai sekolah
yang memiliki peraturan ketat, dan ada pula yang menginginkan sekolah yang
‘bebas’. Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda. Tulisan ini saya
curahkan berdasarkan sudut pandang saya. Selamat membaca :)
Guru
yang baik adalah guru yang mampu bukan hanya sebagai pengajar saja, namun juga
menjadi figur orangn tua dan sahabat. Setiap siswa menginginkan hal tersebut.
Dengan demikian, para siswa akan mau dan mampu menjalin hubungan yang baik
dengan guru. Peserta didik membutuhkan guru yang mampu mengenal anak didiknya
luar dalam.
Tidak
hanya menjadi sosok sahabat bagi murid, hubungan guru dengan orang tua juga
perlu dipupuk. Apabila ada hubungan yang harmonis, maka akan terjalin kerja
sama yang baik. Apabila ada kerja sama yang
baik, maka proses pembangunan sekolah yang bermutu dan murid yang
berbakat akan berlangsung baik pula. Jika orang tua dan guru dekat, maka bisa
saling memberi masukan dalam mendidik siswa.
Keadaan
sekolah juga tentu sangat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar. Lingkungan
sekolah yang asri diperlukan bukan hanya sebagai keindahan semata. Jika
lingkungan hijau, sejuk, maka otak pun bisa bekerja dengan baik. Tanaman hijau
sebagai penyegar pikiran, mata, dan suasana hati.
Kemudian
fasilitas yang lengkap. Dengan lengkapnya fasilitas pendidikan di sekolah,
tentu akan mempermudah kegiatan belajar mengajar, dan menjadi suatu pemicu
untuk mengembangkan bakat.salah satunya adalah perpustakaan. Merupakan hal yang
sangat baik jika sekolah memiliki perpustakaan yang nyaman, dan memiliki jenis
buku yang banyak. Dengan banyaknya jenis
buku yang menarik, maka akan menumbuhkan niat baca siswa.
Fasilitas
lainnya yang tidak kalah penting adalah meja dan kursi, dan tentu saja ruang
kelas yang layak. Bagaimana mungkin kita bisa belajar dengan tenang jika
langit-langit ruang kelas kita terus menerordengan cara bergelantungan di atas
kepala kita? Atau air yang menetes membasahi buku kita ketika hujan turun?
Bahkan langit pun mengejek ruang kelas yang ‘sangat layak’ itu.
Sebagai
suatu keluarga besar, tentu dibutuhkan kasih sayang, saling menghargai dan
menghormati. Hal ini juga haruslah diterapkan di sekolah. Bayangkan jika
murid-murid di sekolah saling cuek. Di sekolah hendaknya diterapkan peraturan
‘menyapa kakak kelas dengan hormat’. namun dengan catatan, juga diterapkan
peraturan ‘tidak ada istilah senior maupun junior’. Dengan begitu, ‘senior’
tidak boleh bersikap sesuka hati kepada adik kelasnya.
Mungkin
sulit untuk didefenisikan secara spesifik. Sekolah perlu mengajak
murid-muridnya untuk selalu menjaga kekompakan. Sekolah perlu meninjau, apakah
kekompakan antar siswa sudah terjalin, atau sebaliknya, yang dipupuk adalah
diskriminasi?
Di
samping semua itu, pemberian tugas yang kreatif merupakan hal yang sangat
penting. Jika tugas yang diberikan kreatif, maka peserta didik pun akan
berfikir kreatif dan inovatif. Kita ambil salah satu contoh pemberian tugas
kreatif yang diberikan guru kimia di sekolah saya. Beliau memberikan tugas
dalam bentuk kliping, dan juga dalam bentuk power point. Dengan begitu, kita
sudah mempelajari 2 pelajaran. Kimia dan TIK. Contoh lain, misalnya akan
dilaksanakan ujian praktek kesenian di akhir semester. Hasil-hasil karya yang
kita buat bisa dipamerkan di sekolah dalam acara pentas seni, dan saat itu lah
dilakukan penilaian. Jadi karya yang kita buat bukan hanya untuk mencari nilai,
tetapi juga untuk ditampilkan di depan masyarakat umum. Tentu perasaan bangga
dalam diri kita akan berkali-kali lipat, dan membuat kita ingin menciptakan
karya lain.
Ada api kecil yang sedang mempersiapkan dirinya untuk
berkobar. Api itu berharap tempat ia mempersiapkan dirinya ditata dengan baik
dan penuh perhatian. Api itu berharap ‘sarana’ itu tidak dibeda-bedakan. Api itu
berharap api-api lain yang lebih kecil darinya bisa mengecap ‘sarana’ itu. Api
itu berharap sarana itu tidak dijadikan sarang politik. Sarana itu adalah
pendidikan.
Kami ini seperti api. Jangan padamkan kami. Rawatlah kami, agar kami
mampu memberi kehangatan bagi dunia. Namun, ketika kami tidak dirawat dengan
baik, dunia bisa musnah ditelan api.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar