Minggu, 04 Agustus 2013

Contoh Pidato


Yang saya hormati Ibu L. Malau selaku pengajar,
Dan teman-teman yang saya sayangi,
Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita.

                Pertama-tama kita patut mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmatNya kita dapat berkumpul di tempatini dalam keadaan dehat walafiat.
Terima kasih kepada Ibu L. Malau dan teman-teman yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan suatu pidato yang bertema “kasih anak kepada orang tua”.
               
                Kita tahui bahwa orang tua sangat berarti bagi kita. Mereka merawat kita dari kecil, memberikan yang terbaik untuk kita. Bahkan ibu telah melahirkan kita dengan nyawa sebagai taruhannya. Tanpa adanya orang tua, tentu kita juga tidak akan ada di tempat ini. Saat kita sakit, orang tua yang merawat kita. Saat kita beranjak dewasa, orang tua lah yang mati-matian menyekolahkan kita. Orang tua yang membelikan kita pakaikan, orang tualah yang memenuhi kebutuhan kita. Namun, apakah kita sudah membalas semua itu? Apakah kita sudah membahagiakan orang tua kita? Belum. Malah sebaliknya, kita sering membuat orang tua kita stress.       Kita melawan mereka, bahkan membunuh mereka secara perlahan dengan sikap-sikap kita.
                Teman-teman, zaman sekarang ini banyak stasiun TV yang memberitakan kedurhakaan anak kepada orang tua. Tidak jarang kita lihat seorang anak memenjarakan orang tuany sendiri, bahkan tega membunuh mereka dengan tangannya sendiri. Sungguh bukan perilaku manusia. Suatu stasiun televisi memberitakan seorang anak yang menggugat ibu kandungnya yng telah berusia 90 tahun hanya karena sebidang tanah. Kita tidak terlahir dari batu. Di daerah lain, seorang gadis SMA memenjarakan ayahnya hanya karena sang ayah memukul kakinydengan gagang sapu. Kita lihat sekilasa sang ayah memang salah. Namun hal itu dilakukannya dengan suatu alasan yang masuk akal. Jika kita melawan dan berperilaku tidak sopan di depan orang tua kita tentu mereka akan marah.
                Teman sekalian, hendaknya kita tidak meniru perbuatan-perbuatan tidak terpuji yang mungkin dilakukan anak lain terhadap orang tua nya. Ingatlah, orang tua adalah Allah yang  terlihat. menuruti nasihat orang tua sama dengan menuruti Tuhan. jangan sampai orang tua kita mengucapkan kutukan kepada kita, karena setiap perkataan orang tua meskipun dalam hati adalah doa yang akan terwujud. Ingatlah perjuangan mereka. Ingatlah ketulusan mereka. Hendaklah kita pupuk hubungan kita dengan orang tua sehingga berkembang menjadi karangan bunga yang indah.
                Demikian sedikit yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyampaian. Dan semoga apa yang saya sampaikan dapat berguna bagi kita semua. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih, dan selamat siang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar