Yang saya hormati Ibu L. Malau selaku pengajar,
Dan teman-teman yang saya sayangi,
Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita.
Pertama-tama
kita patut mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmatNya
kita dapat berkumpul di tempatini dalam keadaan dehat walafiat.
Terima kasih kepada Ibu L. Malau dan teman-teman yang telah
memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan suatu pidato yang bertema “kasih
anak kepada orang tua”.
Kita tahui
bahwa orang tua sangat berarti bagi kita. Mereka merawat kita dari kecil,
memberikan yang terbaik untuk kita. Bahkan ibu telah melahirkan kita dengan
nyawa sebagai taruhannya. Tanpa adanya orang tua, tentu kita juga tidak akan
ada di tempat ini. Saat kita sakit, orang tua yang merawat kita. Saat kita
beranjak dewasa, orang tua lah yang mati-matian menyekolahkan kita. Orang tua
yang membelikan kita pakaikan, orang tualah yang memenuhi kebutuhan kita. Namun,
apakah kita sudah membalas semua itu? Apakah kita sudah membahagiakan orang tua
kita? Belum. Malah sebaliknya, kita sering membuat orang tua kita stress. Kita melawan mereka, bahkan membunuh mereka
secara perlahan dengan sikap-sikap kita.
Teman-teman,
zaman sekarang ini banyak stasiun TV yang memberitakan kedurhakaan anak kepada
orang tua. Tidak jarang kita lihat seorang anak memenjarakan orang tuany
sendiri, bahkan tega membunuh mereka dengan tangannya sendiri. Sungguh bukan
perilaku manusia. Suatu stasiun televisi memberitakan seorang anak yang
menggugat ibu kandungnya yng telah berusia 90 tahun hanya karena sebidang
tanah. Kita tidak terlahir dari batu. Di daerah lain, seorang gadis SMA
memenjarakan ayahnya hanya karena sang ayah memukul kakinydengan gagang sapu. Kita
lihat sekilasa sang ayah memang salah. Namun hal itu dilakukannya dengan suatu
alasan yang masuk akal. Jika kita melawan dan berperilaku tidak sopan di depan
orang tua kita tentu mereka akan marah.
Teman sekalian,
hendaknya kita tidak meniru perbuatan-perbuatan tidak terpuji yang mungkin
dilakukan anak lain terhadap orang tua nya. Ingatlah, orang tua adalah Allah
yang terlihat. menuruti nasihat orang tua
sama dengan menuruti Tuhan. jangan sampai orang tua kita mengucapkan kutukan
kepada kita, karena setiap perkataan orang tua meskipun dalam hati adalah doa
yang akan terwujud. Ingatlah perjuangan mereka. Ingatlah ketulusan mereka. Hendaklah
kita pupuk hubungan kita dengan orang tua sehingga berkembang menjadi karangan
bunga yang indah.
Demikian
sedikit yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam
penyampaian. Dan semoga apa yang saya sampaikan dapat berguna bagi kita semua. Atas
perhatiannya saya ucapkan terima kasih, dan selamat siang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar