09 Januari 2014
Patah Hati
Ini bukan kali pertama aku merasakannya. Tapi entah mengapa ini terasa lebih sakit dari apa yang pernah kurasakan sebelumnya. Aku terlanjur jatuh terlalu dalam.
• Apa kau pernah menyukai seseorang secara diam-diam?
Aku menyukainya entah sejak kapan. Mungkin berawal dari gelang. Entah kenapa, aku ingin melakukan sesuatu untuknya, meski saat itu aku belum mengenalnya. Diam-diam aku mulai sering memperhatikannya. Aku lebih memilih memperhatikannya dari jauh.
Aku bersikap biasa di depannya, meski sebenarnya sikap biasa itu semakin menunjukkan kalau aku sedang salah tingkah.
Aku menutupi perasaanku, hingga kami semakin dekat, dan rasa itu semakin besar. Hingga kini, aku memilih diam. Mungkin begitu lebih baik, mungkin juga tidak.
• Apa kau pernah menaruh hati pada seseorang yang sudah memiliki kekasih?
Dia punya pacar. Aku tahu itu. Tapi aku tetap menyukainya, aku ingin menjaga perasaan ini, meski kutahu ini hanya akan berjalan sepihak—hanya di pihakku tentunya—. Aku tidak berharap bisa menjadi pengisi hatinya. Dengan kami dekat, aku cukup senang. Aku cukup tenang meski hanya melihatnya dari jauh. Aku cukup senang bisa memanggilnya, meski dia tidak akan menyahut.
Aku senang tersenyum untuknya, meskipun dia tidak melihatku. Aku cukup senang jika dia bisa tersenyum dengan kekasihnya. Aku tau dia tidak akan pernah berpaling padaku, tapi tak apa. Aku akan selalu memperhatikannya dari jauh. Mungkin itu lebih baik, mungkin juga tidak.
• Apakah kau pernah patah hati karena seseorang yang sesungguhnya bukan milikmu?
Semua yang awalnya kupikir akan baik-baik saja, ternyata tak bisa sebaik yang kuharapkan.
Perasaanku semakin besar dan tak terkendali. Semua perhatiannnya dan kedekatan kami semakin membuatku terluka.
Patah Hati.......
Mungkin ini yang sesungguhnya dinamakan patah hati.
Saat orang yang kau kagumi diam-diam ternyata memiliki kekasih dan dia hanya menganggapmu teman/kakak/saudara/senior.
16 bulan. Ternyata sudah selama itu mereka menjalaninya—paling tidak ketika aku menuliskan ini--. Membuatku semakin hancur. Haha
Tiba-tiba saja aku merasa tak rela. Bukankah sebelumnya kukatakan aku hanya akan mengaguminya dari jauh? Ya, aku melakukannya. Hanya saja aku semakin tak bisa mengontrol perasaanku padanya.
Kurasa ini lebih sakit dari putus hubungan. Perhatiannya dan kedekatan kami beberapa bulan terakhir membuatku semakin terikat padanya. Jadi, apakah PHP yang semakin marak di kalangan muda-mudi sedang datang menghampiriku? Entahlah.
Mengagumi dari jauh, itu indah...tapi juga sakit.
Jika kau mengagumi seseorang, ungkapkanlah.
Mungkin itu akan lebih baik, mungkin juga tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar